Sejarah Indonesia Melalui Novel ‘’ Lingkar Tanah Lingkar Air’’
Karya : Ahmad Tohari
Oleh : Siti Maghfirotun Munawaroh
Membaca novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari
mengingatkan tentang sejarah Indonesia pada masa perang. Indonesia yang mengalami perpecahan diantara
masyarakatnya sendiri. Perbedaan pendapat membuat persatuan dan kesatuan hancur
sehingga mempora-porandakan negara. Padahal, persatuan dan kesatuan sangatlah
penting bagi negara. Persatuan dan kesatuan akan terjalin jika ada satu prinsip
dan satu pandangan.
Novel Lingkar Tanah Lingkar Air menceritakan tentang kisah seorang
pejuang bernama Amid, Jun, Kiram dan Kang Suyud dalam mempertahankan
kemerdekaan RI pada tahun 1946-1950. Tokoh-tokoh diatas ialah pemuda yang bertempur dan membela kemerdekaan RI sebagai
kewajiban iman mereka. Di bawah panji Hizbulloh mereka merelakan keluarga demi
untuk membela negara. Hal ini, memperlihatkan masyarakat tentang keadaan
pejuang kemerdekaan Indonesia. Agar generasi muda tergerak mempertahankan
kemerdekaan Indonesia.
Setelah Belanda mengakui kedaulatan RI, kelompok yang giat mengusir
penjajah ini pun tidak lagi berperang. Pemerintah RI saat itu mengajak kelompok-kelompok
pejuang itu agar masuk tentara Republik. Namun, perseteruan di dalam tentara
Republik membuat tokoh kang Suyud enggan masuk tentara Republik. Selain itu,
untuk masuk menjadi tentara Republik harus menggunakan ijazah. Kiram, Jun dan
kang Suyud juga tidak mempunyai ijazah untuk masuk tentara Republik. Hanya Amid
yang mempunyai ijazah. Tidak alasan itu juga kang Suyud tidak mau bergabung
dengan tentara Republik karena sebagain besar tentara Republik tidak
sembahyang. Kemudian kang Suyud tetap
memilih bertahan di kelompok Hisbulloh. Kiai Ngumar yang merestui mereka ikut
berperang dihiraukan. Akhirnya Kiai Ngumar mengalah dan membiarkan kang Suyud
dengan apa yang menjadi pilihannya. Cerita tersebut menggambarkan kondisi
tentara pada masa itu, dimana tentara yang harusnya bersatu menjadi berpecah
belah akibat perbedaan pandangan.
S.M. Kartosuwiryo pastinya nama yang tidak asing disebut-sebut di dunia
sejarah. Tokoh yang mencita-citakan negara Islam di Indonesia atau DI/TII. Kang
Suyud mendengar kabar bahwa S.M. Kartosuwiryo bermaksud membangun negara Islam
di Indonesia. Sehingga kang Suyud lebih memilih Kartosuwiryo dari pada
Soekarno-Hatta. Tokoh kang Suyud dalam
novel Lingkar Tanah Lingkar Air setuju
dengan apa yang di cita-citakan S.M. Kartosuwiryo yang menginginkan negara
Islam di Indonesia. Amid yang semula ingin bergabung dengan tentara
Republik dengan terpakasa mengikuti
kawan-kawannya.
Pada awalnya pasukan Darul Islam cukup banyak, tetapi bertempur
dengan tentara Republik membuat pasukan Darul Islam semakin lemah. Pimpinan
DI/TII akhirnya menyatakan menyerah dan meminta seluruh pasukannya menyerahkan
diri. Namun, tidak ada jaminan menyerah bisa selamat. Akhirnya. Amid, Kiram,
Jun tetap tinggal di hutan sebelum kondisi stabil.
Jika melihat kehidupan masyarakat yang multikulturalisme pastinya
tidak sinkron jika negara Islam benar-benar dibangun di Indonesia. Hal ini,
akan menimbulkan perpecahan diantara kultur budaya di Indonesia. Semboyan
Bhineka Tunggal Ika harus selalu dipegang demi persatuan dan kesatuan
Indonesia. Multikulturalisme akan menjadi kekayaan yang sangat beharga dan akan
menjadi kekuatan untuk negara Indonesia jika benar-benar dijaga dengan baik.
Pada akhirnya Amid meninggal ketika ia berperang melawan komunis.
Perperangan ini dianggap sebagai perperangan yang benar-benar jihad untuk
Republik Indonesia. Sehingga Amid disebut mati Syahid. Amid akan masuk syurga
karena ihklas berperang untuk membela negara.
Novel ini benar-benar mengajak untuk bernostalgia tentang sejarah
Indonesia pada zaman perang. Melihat kehidupan pejuang-pejuang kemerdekaan yang
meninggalkan tanah kelahirannya demi mengusir penjajah. Novel ini memberikan
pelajaran bagi kita untuk berjuang dan mempetahankan negara Indonesia.
Komentar
Posting Komentar