Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Pentas Drama Gubernur Nyentrik

Berakhir sudah studi drama. Hari-hariku sekarang kembali normal seperti dahulu kala. Pentas diakhiri dengan tawa dan berpelukan. Selama 10 bulan berproses dan menghabiskan banyak dana, 18 Desember 2014 kami tumpahkan di atas panggung. Sebelum pementasan, galdi bersih pentaspun gagal total karena dari masing-masing aktor tidak memiliki karakter sama sekali, masih mentahan. Aku pun menangis ketika salah satu kawanku menangis. Entahlah, air mata ini jatuh seketika. Suara hening, salah satu temenku mengungkapkan apa yang dia rasakan. Semuanya pun menangis. Padahal besok pementasan dimulai, kami masih seperti biasa,mentah. Pementasan dimulai, rasa deg-degan terasa. Kesalahan demi kesalahan mewarnai pementasan. Namun, kesalahn itu tertutupi. Semua hadirin tertawa, itu bearti mereka senang. Alhamdulillah pementasan membuat penonton terkagum-kagum. Semua mengatakan bagus. Alhamdulillah perjuangan kami dibayar sudah.

Keheningan

Suasana hari ini sangat mendukung hatiku yang sedang termenung. Suasana mendung membuat jiwa ini terasa tertutup, rasanya ingin tidur sepuasnya dan bangun dengan semangat baru. Ingin kurebahkan tubuh ini . Rintik-rintik itulah air mataku jatuh bersamaan air hujan. Rintik-rintik membuat kepalaku pusing dan ku ingin rebahan tubuh ini barang sejenak saja, sekedar untuk bernafas agar tulang-tulang ini ada pelumas untuk berelaksasi.  Suara rintikan hujan semakin keras, angin menerpa tubuhku yang amat kecil dengan hati sebutir pasir. Iya, hari ini aku sedang dilanda kekosongan semangat. Penyakit lamaku kumat lagi. Rasa penyesalanku selalu menghantui disetiap langkaku. Mencoba menghindar, mencoba untuk tuli dengan suara-suar hantu, buta dengan gemerlanya dunia, tetap saja masuk dalam lubang itu.  Bolehkah aku sejenak bernafas tanpa memikirkan dunia, tanpa memikirkan kehidupan yang selama ini merasa sendiri. Ini salahku, tak bisa bersosialisasi dengan orang banyak, hingga h...