Perasaan sedih membuncak. Dada terasa panas, perih terilirih. Jiwa ini terasa kosong, tiada terarah dan tertuju. Bulan dan matahari selalu tersenyum kepadaku. Mereka menertawakan aku sebagai prempuan yang tolol. Iya, dia menertawakan begitu tolol memaknai hidup. Sudah berumur, tapi tak mampu berfikir,'' katanya. Okey, memang aku prempuan yang suka bersedih dengan kehidupan didunia ini. Hal ini membingungkan dan rumit. Puzlle yang telah kurangkai sudah berantakan lagi. Ku coba bangkit dari keterpurukan yang menyakitkan, ku rangkai puzzle-puzzle yang penuh misteri kembali. Namun, puzzle itu berserakan terhempas angin yang begitu menyakitkan dan menakutkan. Harapanku hampir putus, jiwa kembali mengalami kekosongan. Ya, hidupku berantakan kembali. Mimpi yang terwujud tak dapat ku nikmati, bahkan ku sepelekan hingga akhirnya diriku mengalami rasa penyesalan tigkat tinggi. Rasa penyesalan itu membututi hari-hariku hingga mampu membuat badanku lemas dan hati berdebar-debar. M...