Korrie Layun Rampan itulah namanya. Hanya bisa kenal nama tanpa wajah. Yang jelas dia terkenal sebagai sastrawan Indonesia. Malu rasanya sebagai mahasiswi sastra Idonesia belum pernah membaca karyanya. Senin, 8 Maret 2015 pertemuan pertama dengan sesosok penyair paruh bayah dengan segudang prestasi di dunia sastra Indonesia. Ratusan cerita telah tersaji rapi di rak-rak toko buku, puluhan yang lain masih tersimpan rapi dalam rumah elekroniknya. Tepatnya di Lab Karawitan Uny, awal berjumpa dengan penyair inspirasi yang membuka mata terbelalak untuk menekuni dunia kepenulisan. Bedah buku ‘’Kumpulan Cerpen Prempuan angkatan tahun 2000’’ memuat 27 penyair prempuan yang telah di pilih oleh Bang Korrie panggilan akrabnya. Sebelum, menatap wajahnya yang paruh baya, saya kira wajahnya masih muda dan tenyata 62 tahun umurnya. Namun, darah kepenulisannya masih mengalir tiada henti, bahkan generasi muda terkalahkan olehnya. Bang Korrie mengatakan setiap waktu d...