Langsung ke konten utama

Estetika Novel 99 Cahaya di Langit Eropa



Image result for 99 cahaya di langit eropa
Menelisik Jejak Islam di Eropa Lewat Novel ‘’99 Cahaya di Langit Eropa’’

            Novel ‘’99 Cahaya di Langit Eropa’’menceritakan tentang jejak Islam di Eropa melalui perjalanan tokoh Hanum dan Rangga di Eropa selama tiga tahun lamanya. Banyak yang akan terungkap dalam novel ini tentang peradaban Islam di Eropa.  Eropa tidak hanya memiliki kota-kota yang indah tetapi juga memiliki sejarah besar Islam yang di dalamnya. Banyak yang belum mengetahui kisah peradaban Islam di Eropa.
            Johann Gottfried Von Herder mengemukakan bahwa sastra digunakan sebagai alat untuk memahami sejarah.  Sastra tidak hanya sebagai tempat untuk penghibur akan tetapi juga untuk menelisik sejarah yang belum terungkap. Dalam Novel ‘’99 Cahaya di Langit Eropa’’ kita akan memahami sejarah peradaban Islam di Eropa.
Eropa secara geologis dan geografis adalah semenanjung atau anak benua (jazirah). Pemisahannya sebagai benua lebih dikarenakan oleh perbedaan budaya. Eropa memiliki sejarah kebudayaan dan ekonomi yang panjang. Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine dan Danube selama beberapa abad. Mengikuti penurunan kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan yang dikenal Zaman migrasi. Periode ini  dikenal sebagai zaman kegelapan, segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak diambil berdasarkan demokrasi di parlemen tetapi tidak berdasarkan demokrasi di parlemen. Keputusan tersebut diambil oleh majelis dewan Gereja. Namun, di kalangan masyarakat banyak yang tidak mengetahui bahwa Eropa telah mengalami masa kegelapan.
Awal cerita dari novel ini ialah pertemuan Hanum dan Fatma di kelas Bahasa Jerman di sebuah kursus singkat yang diselenggarakan oleh pemerintahan Austria. Fatma seorang imigran Turki yang berjilbab. Berbeda di Indonesia, prempuan berjilbab bisa berkarir sampai puncak. Kalau di Eropa, apalagi di Austria meskipun mendapat izin dari pemerintah dan suami tetap saja tak ada artinya. Cita-cita Fatma ialah menjadi agen muslimah sejati. Perjalanan pertama, Fatma mengajak Hanum ke pegunungan Kahlenberg untuk melihat melihat keindahan kota Wina. Karena terlalu dingin dan tubuh hampir membeku, akhirnya mereka turun. Hanum tidak percaya bahwa Fatma akan mengajaknya ke sebuah Greja untuk menghangatkan badannya yang tak jauh dari Kahlerberg.  Orang yang fanatik akan mengkafirkan  dan mengharamkan tindakan Fatma. Tidak semua orang  muslim memiliki pandangan sama, bahwa mereka boleh memasuki tempat ibadah umat agama lain. Tapi bagi Fatma semua itu berpulang pada niat dalam hati.   Fatma mengajarkan Hanum untuk tidak fanantik dengan agama lain. Jika kita tidak memiliki jiwa pemaaf dan mengalah bisa di pastikan kehidupan berumat akan hancur. Kalah bukanlah mengalah tapi kalah adalah cara untuk menang. Karena kemenangan di mulai hati yang tulus memaafkan.
 Di Indonesia sekarang ini telah membuming mengharam-haramkan yang tidak dilandasi dengan dalil-dalil Alqur’an dan Sunah yang tidak tepat. Sehingga menjadi kesalahfahaman yang berujung konflik. Berita  mengejutkan saat hari Natal, ada seorang penjual yang menolak  pesanan donat yang bertulis kata-kata natal. Berita ini sudah share sebanyak 2.015 kali. Peristiwa seperti ini yang akan menghancurkan prinsip Kebhiniekaan Tunggal Ika. Namun, setiap individu memiliki prinsip iman masing-masing. Islam memang agamanya tetapi tata-cara, prinsip, konsep, pandangan berbeda-beda
            Sejarah Islam di Eropa diawali dari kekalahan pasukan Turki yang dipimpim Kara Musthofa Pasha  yang mengepung kota Wina. Kemudian pasukan tersebut dipukul mundur oleh gabungan Jerman dan Polandia dari atas bukit. Islam Ottoman Turki kemudian kalah terdesak kearah timur. Sehingga Kara Musthofa Pasha adalah orang yang dianggap sebagai penyerang dan di dalam museum Gereja baroque St. Charles dilukis buruk.
            Kota Wina memiliki masjid terbesar di Wina yang menjadi pusat peribadatan umat Islam di Wina, masjid itu bernama Vienna Islamic yang berada di tepi sungai Danube.  Eropa yang sebagian besar penduduknya non muslim akan jarang sekali melihat masjid yang berdiri tegak, bahkan azanpun terdengar bersayup-sayup. Di atas gunung Kahlenberg suara lonceng akan mengalahkan azan yang berkumandang. Kota Wina menjadi pusat imperial Hofburg  atau Habsburg di Eropa yang wilayahnya mencakup Hungaria, Germania, Rumania, Czekoslavia, hingga beberapa Balkan.
            Sastra mengajak pembaca untuk membayangkan berjalan-jalan di  Eropa. Tidak hanya menikmati keindahan kota-kotanya tetapi juga untuk mengetahui sejarah Islam di Eropa. Dalam novel ini sejarah islam di Eropa juga dapat ditelusuri di kota Paris. Pertama yang akan ditelusuri ialah Museum Louvre yang menyimpan banyak peninggalan-peninggalan Islam di dalamnya.  Eropa juga memiliki masa kegelapan dan keterbelakangan selama 10 abad lebih. Dan pada saat itu, Islam adalah peradaban yang paling terang benderang di muka bumi ini. Namun, orang Eropa tidak senang dengan sebutan masa kegelapan maka penyebutan Abab Pertengahan. ‘’Sebagai orang Eropa, dia pun menganggap sebutan ‘’Eropa Zaman Kegelapan’’  sebagai sesuatu yang kurang menyenangkan. Namun, dia sadar itu adalah fakta sejarah yang tidak terbantahkan’’ kata Marion teman Hanum yang menemani jalan-jalan di Paris. Kemudian Marion juga menjelaskan bahwa lensa yang sekarang di pakai Hanum merupakan hasil ciptaan ilmuwan Islam. ‘’Tanpa temuannya, dunia tidak akan pernah mengenal kamera seperti yang kau pegang,’’ penjelasan Marion. Sebenarnya banyak ilmuwan Islam yang berjasa dalam teknologi dan ilmu-ilmu lain.
 Namun, hanya sebagian kecil orang yang tahu.  Misalnya, Algoritme, Aljabar, Trigonometri merupakan temuan ilmuwan Islam. Yang tak kalah hebatnya ialah ketika Hanum melihat lukisan Bunda Maria yang berhijab. Hijab yang dipakai terdapat tulisan Laillahaillalloh. Lukisan itu merupakan symbol suci umat Katolik. Tulisan di hijab Bunda Maria menjadi kontroversi yang dianggap bahwa tulisan itu hanya tulisan biasa dan penulisnya tidak tahu artinya.
Setelah berkeliling ke museum Louvre, Marion mengajak keluar dari museum, kemudian  Hanum diberi arahan untuk membaca peta Paris. Jadi, ada garis kemenangan yang sengaja di buat Napolion Bonaparte. Di mulai dari Swiss, Italia menyeberangai laut Mediterania, Mesir, Arab Saudi, kemudian Mekkah. Garis kemenangan ini dibangun Napolion Bonaparte sang penahkluk Eropa. Napoleon membangun Axe Historique, sebuatan lainnya ialah Voie Triomphale, ‘’Jalan Kemenangan’’. Jalan Kemengana sebuatan dari Mekkah. Kiblat. Arah paling istimewa bagi seluruh muslim di dunia.  Hanum berkesimpulan bahwa Napoleon seorang muslim. Ada yang mengatakan bahwa pembangunan Axe Historiqu adalah misi penahklukan hati rakyat Mesir.
            Banyak yang akan dijelaskan dalam novel ini. Kota Cordoba  dan Granada yang dulu menjadi kota peradaban Islam di Eropa.  Cordoba ibukota dan ibu sejarah peradaban ilmu pengetahuan dan keharmonisan antarumat beragama. Dari Cordoba inilah sejatinya Eropa maju seperti sekarang. Bukan hanya transfer ilmu pengetahuan saja tetapi nilai-nilai keharmonisan hidup antarumat beragama yang di rayakan di Cordoba ratusan tahun lalu. Sebenarnya Islam sangat berkontribusi banyak dalam kemajuan Eropa saat ini, bisa dibilang berhutang budi. Namun, pada kenyataannya Eropa telah lupa diri bahkan tidak ingin tahu bahwa dulu Islam pernah berjaya di Eropa.  Budaya-budaya orang Islam juga tercemin dalam novel ini, bagaimana menjadi muslimah sejati.
            Ada seorang filsuf yang terkenal dari Cordoba yaitu Averrous atau Ibnu Rushd. Filsuf terkenal dari Cordoba. Dia yang memperkenalkan dua kebenaran yang tak terpisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan atau sains. Pada Era Kegelapan Eropa, tidak ada yang pernah berpikir tentang ilmu pengetahuan. Mereka dipaksa untuk meyakini kebenaran agama mentah-mentah, tanpa kebebasan menggunakan akal mereka. Averroes sangat paham bahwa salah satu kewajiban manusia hidup di dunia ini adalah untuk berpikir. Cordoba telah menorehkan masa keemasan untuk Islam.
            Cordoba dan Andalusia sebagai contoh peradaban Islam yang patut dibangkitkan kembali. Andalusia yang kita tahu korban kekalahan, penaklukan, penghinaan, dan pengusiran, perebutan kehormatan, kebiadaban semua merangkum malapetaka sejarah yang takkan terlupakan. Semua itu tinggal sejarah yang sebenarnya memiliki kebenaran yang belum dapat diketahui publik. ‘’Aku semakin yakin, esensi sejarah bukanlah hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu: siapa yang lebih cepat belajar dari kemenangan dan kekalahan,’’ tutur Hanum.
            Melalui sastra kita mampu melihat sejarah-sejarah yang mungkin belum didengar. Akan tetapi sastra membuktikan bahwa sastra mampu memberikan kontrbusi bahwa dengan membaca sastra dapat mengerti sejarah. Tidak hanya sejarah di kota Eropa, banyak juga sastra sejarah yang menceritakan tentang sejarah Indonesia.
            Novel ini, mengajak pembaca untuk menikmati kota-kota indah di Eropa, selain itu dapat menambah wawasan pengetahuan tentang sejarah Eropa. Tidak hanya itu juga, Novel ini mengajarkan untuk menjadi agen muslim sejati melalui tokoh Fatma. Prempuan imigran Tukri yang memiliki karakter lemah lembut, pemaaf dan  berintelektual. Dari tokoh Fatma kita belajar untuk saling toleran terhadap umat beragama selaian agama yang kita anut. Sifat tokoh Fatma seharusnya dimiliki orang di Indonesia. Saling toleran dan pemaaf  akan mengahapus konflik di antara umat beragama. Di Era islamophobia yang tak menginginkan perdamaian. ‘’Dan terkadang Islamophobia itu dipupuk oleh oknum-oknum orang muslim sendiri. Hanya satu yang menjadi korbannya. Hanya satu yang bisa kita lakukan, meski itu sepele di mata kebanyakan. Sedikit demi sedikit menggerus Islamophobia dengan menjadi agen muslim yang baik,’’ ujar Fatma.
            Memang benar apa yang dikatakan Fatma. Jika kita menginginkan perdamaian, hal pertama yang perlu dilakukan ialah kesadaran diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Seperti halnya kemajuan sebuah negara tidak karena beberapa pemimpin yang mengolahnya akan tetapi karena individu yang terus belajar bertanggung jawab dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jadi, jika kita ingin memperbaiki semuanya maka perbaikilah kualitas hidupmu terlebih dahulu. Jika kita ingin menciptakan lingkungan Islam yang baik maka mulailah dari diri sendiri, suatu saat lingkungan yang lain akan mendapat manisnya buah dari hasil yang kau tanam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi

Ahmad Tohari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ahmad Tohari Ahmad Tohari , (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang,  Banyumas ,  Jawa Tengah ,  13 Juni   1948 ; umur 65 tahun) adalah  sastrawan Indonesia . Ia menamatkan  SMA  di  Purwokerto   [1]  . Namun demikian, ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun,  Jakarta ( 1967 - 1970 ), Fakultas Ekonomi  Universitas Jenderal Soedirman ,  Purwokerto  ( 1974 - 1975 ), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik  Universitas Jenderal Soedirman  (1975- 1976 ). Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian  Merdeka , majalah  Keluarga  dan majalah  Amanah , semuanya di  Jakarta . Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan  pesantren  ini telah melahirkan  novel  dan kumpulan cerita pendek....

Kata Bijak

Kata Bijak kedewasaan bukan di nilai sebarapa ilmu yang  dapat kau kuasa tapi lebih ke pemikiran idealis dan tindakan/ tingkah laku yang positif dan tidak kekanak-kanakan By: Magfirrah Sinar Al hayya Alloh menciptakan manusia itu sama yang membuat tidak sama hanyalah manusia itu sendiri yang tak mampu menggunakan akalnya untuk berfikir. bijaklah dengan apa yang ingin kau kerjakan, pilih-pilih dulu sari kemanfaatan yang terkandung didalamnya sebelum akhirnya terbuang dengan percuma Ketika seseorang mengingatkan dirimu  untuk cepat-cepat melaksanakan ibadah, dan kamu marah, sebenarnya kamu marah dengan Alloh  karena orang tersebut di beri petunjuk oleh Alloh untuk mengingatkanmu untuk cepat datang memenuhi Panggilan Alloh. Orang yang mempunyai ilmu tinggi di katakan ia berkualitas dan cedikia  bisa di lihat dari kecakapan  ia menggunakan bahasa yang idealis dan komuikatif. Ketika ia berbicara, mampu berkomunikasi dengan baik kepada siapapun ta...

Peluang Besar Gaya Hidup Halal di Indonesia

Gaya hidup adalah pola tingkah laku manusia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Hal itu berkenaan dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya, apa yang penting untuk dipertimbangkan pada lingkungan, dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitarnya.   Halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat untuk dikonsumsi. Kriteria halal yaitu halal zat, halal cara memperolehnya, halal cara pengolahannya. Halal tidak selalu dititik beratkan dengan makanan, tetapi sudah merambah dalam berbagai bentuk elemen kehidupan. Esensi halal bukan sekedar dibolehkan atau sah menurut hukum Islam tetapi apapun yang kita lakukan atau kita konsumsi harus murni, bersih, menyehatkan dan dapat dibenarkan oleh moral. Jadi,   gaya hidup halal adalah pola tingkah laku manusia dalam apapun aktivitasnya atau kegiatannya dilakukan secara halal....