Segores Pena Ajaib
Memori ini masih sangat tertata rapi dalam otak yang kan ku buka jika ku
ingin mengingatnya. Sebuah perjalanan yang penuh rintangan hingga setiap
perjalanan tak lepas air mata menyapa. Air mata ini yang telah menemani
sepanjang perjalanan penuh dengan teka-teki. Dan aku percaya teka-teka itu akan
ku rangkai satu persatu sehingga membentuk dan berubah menjadi sebuah puzle
kehidupan yang akan ku kenang dan ku nikmati ketika semuanya menyatu.
Tulisan menurutku sebuah Doa, tidak hanya ucapan saja tapi tulisan juga
sebuah doa. Berawal dari sebuah celoteh coret-coretan ketika mengerjakan
latihan atau Uts kelas 12 is, dan entahlah mata pelajaran apa yang dulu ku
pakai untuk menulis sebuah keinginan seorang anak dari keluarga sangat
sederhana. Bosen dengan soal, dalam menghadapi UN, mungkin Alloh mengirimkan
dua carik kertas kosong yang bewarna agak kusam berada di depanku ketika lembar
soal telah di bagikan.
Cerita yang ku goreskan, singkat cerita ada
seorang gadis yang berkeinginan kuliyah di yogyakarta, meskipun kedua orang
tuanya tak mampu untuk membiayainya. Dia berusaha membujuk kedua orang tuanya
tetapi orang tuanyapun tetap bersikukuh tidak. Namun Si gadis malang ini tak
kenal lelah mencari jalan keluar dari permasalahannya. Dan akhirnya program
beasiswapun dia dapatkan. Hal ini menjadi peluang yang sangat beharga bagi
dirinya. Akhirnya dia memilih Yogyakarta menjadi tujuannya. Tepatnya di UNY
dengan jurusan Bahasa dan sastra Indonesia. Dia memilih jurusan Bahasa dan
sastra indonesia karena cita-cita terakhirnya setelah cita-cita pertama. ingin
jadi perawat kandas di tengah jalan karena kondisi ekonomi yang tak
memungkinkan, kedua psikologi juga pupus, dan tinggal cita terkahir ingin
menjdi penulis yang memotivasi. Selain itu dia ingin berada di pondok pesantren
yang sudah lama dia cita-citakan. Cita-cita yang dulu sejak MTs ingin ke pondok
pesantren juga gagal keran tiada restu dari ortunya. Dia ingin melawan dari
semua larangan-larangan dari ortunya dan si gadis ini berusaha keras untuk bisa
kuliyah
Suatu ketika salah satu temannya membacakan sebuah cerita dan si gadis itu mendengarnya. Setelah di fahami ternyat, itu ceritanya yang dia tulis ketika m ngerjakan latihan UN. Sungguh malunya dirinya ketika cerita itu terbaca oleh temannya entah dari mana dia tahu. Teman-temannya bergantian membacakan goresan tintanya itu, dan semakin keras dan keras. Dia coba mengambil goresan tintanya itu, namun dirinya seperti di permainkan, goresan tangn itu berganti tangan. Dan Akhirnya goresan tintanya sudah berada di tangannya. dan dia simpan baik-baik cerita itu.
Beberpa bulan kemudian pengumuman program beasiswa telah di buka. Si gadis itu membukanya di pondok pesantren yang di gunakan untk bimbingan SNMPTN selama satu bulan. Pada waktu itu dia baru saja pulang kerumah, sorenya dia membuka di sekertariat dan akhirnya tertera kata ''lolos''. Sungguh bahagia di campur haru yang ia rasakan. Dia di terima di UNY jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Singkat cerita dia juga di terima di pondok pesantren juga. itu ceritanya kalau tidak salah Setelah di pahami apa yang dia tuliskan dulu kini menjadi kenyataan. Mungkin ini sebuah keajaiban. Ini memang benar2 terjadi, So...tulislah cita-citamu disecarik kertas dan doakan semoga Tangan Alloh akan mengabullkan amiiinnnn
Suatu ketika salah satu temannya membacakan sebuah cerita dan si gadis itu mendengarnya. Setelah di fahami ternyat, itu ceritanya yang dia tulis ketika m ngerjakan latihan UN. Sungguh malunya dirinya ketika cerita itu terbaca oleh temannya entah dari mana dia tahu. Teman-temannya bergantian membacakan goresan tintanya itu, dan semakin keras dan keras. Dia coba mengambil goresan tintanya itu, namun dirinya seperti di permainkan, goresan tangn itu berganti tangan. Dan Akhirnya goresan tintanya sudah berada di tangannya. dan dia simpan baik-baik cerita itu.
Beberpa bulan kemudian pengumuman program beasiswa telah di buka. Si gadis itu membukanya di pondok pesantren yang di gunakan untk bimbingan SNMPTN selama satu bulan. Pada waktu itu dia baru saja pulang kerumah, sorenya dia membuka di sekertariat dan akhirnya tertera kata ''lolos''. Sungguh bahagia di campur haru yang ia rasakan. Dia di terima di UNY jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Singkat cerita dia juga di terima di pondok pesantren juga. itu ceritanya kalau tidak salah Setelah di pahami apa yang dia tuliskan dulu kini menjadi kenyataan. Mungkin ini sebuah keajaiban. Ini memang benar2 terjadi, So...tulislah cita-citamu disecarik kertas dan doakan semoga Tangan Alloh akan mengabullkan amiiinnnn
Komentar
Posting Komentar