![]() |
| DOk: Internet |
Cinta memiliki sudut pandang beraneka ragam. Cinta kadang dapat mengubah orang menjadi mulia atau hina. Cinta menjadi mulia ketika membawa kebahagian, dan menjadi hina ketika membawa pederitaan, yaitu Ketika ada hati yang tersakiti. Kesetiaan harusnya menjadi prioritas untuk menjaga cinta, menjadi sirna ketika pengkhianatan melanda. Menodai kesetiaan karena mementingkan diri sendiri.
Berbicara tentang kesetiaan pada pasangan sah, banyak
fenomena terjadi akhir-akhir ini. Fenomena pelakor adalah salah satu contohnya.
Pelakor adalah sebutan untuk wanita yang merebut lelaki orang. Yaitu peristiwa
jatuh cinta yang dialami wanita kepada pria berkeluarga.
Cinta yang dianggap salah tempat inilah yang sangat
menyakitkan pihak istri. Akibat yang
sering muncul adalah peristiwa pelabrakan istri kepada wanita yang dianggap
“merebut suaminya”. Pertengkaran terjadi, bahkan kadang ada yang sampai
penganiayaan hingga korbannya meninggal dunia.
Kasus semacam ini semakin banyak terjadi, dan seolah yang
mengemuka adalah konflik antar sesama wanita. Padahal, adanya hubungan cinta
terlarang, itu pasti melibatkan dua pihak, pria dan wanita. Mengapa hanya
wanita yang disalahkan?
Menurut psikolog dari
Universitas Indonesia Irma Gustina Adriana, pelakor adalah istilah untuk
menyebut wanita yang menjadi pasangan selingkuh lelaki beristri. Dalam
padangannya, pelakor memiliki kepribadian pertama, kurang empati, ia kurang
merasakan apa yang dirasakan orang lain atas perbuatannya. Kedua, kecenderungan
memiliki sifat narsistik, merasa paling cantik, berkuasa dan paling unggul dibandingkan denagan istri
orang lain yang didekati. Ketiga, senang melakukan manipulasi. Keempat,
memiliki kemampuan arsetif yang dapat mempengaruhi orang lain agar keinginannya
terpenuhi.
Selingkuh menurutnya, merupakan tanda adanya sesuatu tidak
beres dalam kehidupan rumah tangga. Faktor
selingkuh, kata Irma, meliputi banyak hal. Diantaranya tekanan rumah tangga,
misalnya keuangan, tuntutan berlebihan, masalah anak, atau kurang komunikasi.
“Ada juga yang berselingkuh karena merasa kesepian, krisis
perhatian lantaran pasangan sibuk bekerja,” tandas dia.
Apa ciri-ciri pasangan yang mudah berselingkuh?
Irma Gustina mengatakan, dari pihak pria, seorang lelaki yang mudah berselingkuh cenderung
memiliki sifat egois, narsistik, merasa berkuasa, emosinya labil dan selalu
tidak puas. Sementara dari pihak wanita yang mudah diselingkuhi, memiliki sifat
kurang perhatian, terlalu sering menuntut, pecemburu, posesif , cerewet dan
selalu membandingkan dengan rumah tangga orang lain.
“Pria atau wanita yang suka selingkuh itu orang bermasalah.
Mereka punya krisis kepribadian” tukasnya.
Lebih lanjut Irma menjelaskan, ada sebagian orang yang
berhubungan dengan orang yang berstatus menikah. Menurutnya, memang ada tipe
wanita yang tertarik kepada laki-laki yang telah matang dan mapan dari segi
finansial. Di benak wanita macam itu, laki-laki tersebut mampu membahagiakan
pasangannya, begitu pula dengan dirinya
yang berharap ingin diperlakukan sama.
“Sebagian dari mereka, tetap mau berhubungan karena
sudah terlanjur cinta dan susah untuk beralih,” terangnya.
Bagaimana Cara Menghindari Selingkuh?
Irma Gustina memberikan tips agar terhindar dari
perselingkuhan. Pertama, menjaga keharmonisan rumah tangga dengan penuh kehangatan
misalnya secara rutin menyempatkan diri untuk berdua dengan pasangan. Kedua, selalu
komunikasi, saling mendengarkan secara aktif dan tidak mudah terbawa emosi. Ketiga,
melakukan hal-hal positif bersama keluarga untuk mempererat ikatan batin dan
emosi misalnya berolahraga atau rekreasi. Keempat, hindari sikap posesif dan
pecemburu pada pasangan serta menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Bagaimana jika terlanjur selingkuh?
Irma Agustina memberi nasehat, untuk pelakor sebaiknya
mengevaluasi diri karena ada hati yang disakiti. Bersikaplah positif karena masih banyak laki-laki single
yang berkualitas.
“Berhentilah dan bertobatlah. Jangan rebut suami orang.
Carilah lelaki single yang cocok. Banyak kok yang berkualitas dan sesuai
harapan wanita” ujarnya.
Bagi suami istri, lanjutnya, cobalah untuk mengembalikan
kehangatan dalam rumah tangga. Berjanjilah tidak melakukan perselingkuhan
karena hal itu tidak dibenarkan dalam agama, hukum, sosial ataupun psikologis sesorang.
Seorang guru agama di SMK Yogyakarta, Nadia, menyebut bahwa wanita
yang menjadi pelakor bukanlah pemeran tunggal dalam perselingkuhan. Karena ada peran
pria di dalamnya. Karena hal tersebut merupakan tidakan bersama. Mereka harus bersama
bertanggung jawab atas perbuatannya.
‘’Jangan hanya yang disalahkan wanita, priapun juga salah.
Mereka sama-sama salah,’’jelasnya.
Nadia menambahkan, setiap pasangan haruslah setia dan tidak
mengkhianati cinta mereka. Kunci menghindari selingkuh menurutnya adalah
kesetiaan hati masing-masing pasangan.
Sementata itu, Dedi, seorang guru SD di Jawa Tengah mengaku suami
temannya pernah selingkuh. Hal ini lantaran temannya tidak suka berdandan,
sedangkan sang suami suka wanita berdandan menor.
Diceritakannya, si suami temannya itu, sebut saja Polan,
memiliki pasangan selingkuh wanita yang sesuai seleranya, yaitu suka berdandan
menor dan mewah. Dia sebut, Polan tidak
bisa mendidik istrinya agar gemar berdandan, dan tidak pula mau menerima
kekurangan sang istri yang memang suka kesederhanaan dan serba alamiah.
‘’Apapun yang terjadi, harusnya bisa menerima kekurangan
istri,’’ucapnya.
Akun ig bernama Dessy Princess mengaku menjadi korban
pelakor. Wanita beranak tiga ini
bercerita, suaminya telah di guna-guna wanita yang sekarang menjadi
selingkuhan suaminya. Dia menjelaskan si
wanita mengejar dan mencuri perhatian suminya.
‘’si pelakor yang memulai mengejar dan merebut perhatian
suami saya mbak,’’tungkas saat dihubungi via ig.
Princess Daisy menambahkan, suaminya seorang pekerja keras
dan royal soal uang. Suami dan selingkuhannya sebenarnya sudah berhubungan
sejak delapan tahun lalu(2010) saat wanita itu masih berstatus istri orang.
Mereka sempat berpisah saat ketahuan dia dan mereka kembali berselingkuh lagi
dua tahun lalu. Dia juga menjelaskan melihat bukti foto-foto dan chat mereka di
ipad milik suaminya.
‘’Saya menemukan bukti foto-foto
dan chatingan mereka di ipad suami saya. Chat tentang mereka tidur di hotel
bersama,’’ terangnya.

Komentar
Posting Komentar