Magfisinar.blogspot.com- Kalian pasti pernah mengalami insomnia.
Pasti kalian tahu insomnia itu apa? Imsonia adalah gangguan susah tidur. Namun,
ada gangguan tidur yang tergolong baru. Apa itu?
Untuk negara-negara yang memiliki jam kerja sibuk, sleep
tracker sangat berguna untuk membantu kualitas tidur. Sleep tracker Tidak
sedikit orang akan menggunakan sleep tracker untuk membantu memantau dan
menilai kualitas tidur mereka dalam satu malam. Nantinya, perangkat tersebut
akan menginformasikan dan mendiagnosa seseorang, apakah mereka memiliki
gangguan tidur atau tidak. Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of
Clinical Sleep Medicine menjelaskan, penggunaan perangkat sleep tracker justru
memicu adanya gangguan tidur. Gangguan
tidur tersebut bernama Orthosomnia.
‘’Ortho’’ bearti lurus atau sempurna, sedangkan ‘’Somnia’’
memiliki arti tidur. Gangguan tidur ini terjadi pada orang-orang yang terlalu
terobsesi dengan hasil pelacak tidur dan kebugaran. Terlalu terobsinya itu akan berdampak buruk
pada mereka sendiri. Menurut study penggunaan perangkat tidur atau sleep tracker
justru menimbulkan kegelisaan baru mengenai kondisi dan kualitas tidur
seseorang.
Ada banyak pasien yang meminta bantuan profesional setelah
mereka telah mendiagnosa gangguan tidurnya sendiri. Mereka menyakini diri
sendiri, bahwa mereka menderita gangguan tidur, padahal tidak.
Di Amerika diperkirakan kasus ini terjadi 10 persen orang
dewasa. Dalam kasus pertama, laki-laki
dewasa mencari bantuan medis untuk pengobatan karena merasa gusar dan
mengalami kesulitan kognitif. Dalam semua kasus mereka melacak pola tidur
mereka sendiri setiap malam, untuk kemudian merasa khawatir sepanjang hari.
Menurut Nasional Sleep Foundation, orang dewasa biasanya
membutuhkan 7-9 jam tidur per malam,
tergantung pada berbagai faktor dan bervariasi untuk setiap orang. Namun,
jika kamu merasa segar saat bangun pada pagi hari, bearti kamu telah memiliki
kualitas tidur yang baik.

Komentar
Posting Komentar