Langsung ke konten utama

Rona Masenja dan Persoalan Dunia Pendidikan




Rona Masenja adalah nama tokoh sentral dalam novel Aku Masenja karya Rumasi Pasaribu. Novel ini pemenang lomba menulis novel Araska Publisher tingkat Nasional dan mendapatkan juara pertama. Novel yang bertebal 247 ini bercerita tentang catatan hati seorang  guru dengan berbagai masalah di sekolah tempat ia bekerja dan di lingkungan sosial  tempat tinggalnya.
Rona Masenja adalah nama guru dalam novel Aku Masenja. Dia lolos sebagai CPNS tanpa uang jaminan sebagai guru matematika di kabupaten Bengkulu tepatnya  di sekolah menengah pertama. Di umur yang masih muda dia sudah ditunjuk sebagai wali kelas. Menjadi wali kelas membuatnya untuk bertanggung jawab dengan  semua anak-anak kelasnya. Koflik novel ini dimulai dengan masalah pencurian  yang menyeret  nama kelasnya, dan membawa anak didiknya Bunga Malasari sebagai bahan tuduhan.  Sebagai  wali kelas dia bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan di kelasnya. Bunga Malasari yang ketakutan sebagai bahan mangsa seperti bersembunyi dibalik punggung Rona Masenja. Berbagai cara telah dilakukan  Rona agar Bunga mengaku.
Penasaran dengan Bunga Malasari, Rona Masenja mematai kehidupan sehari-sehari Bunga. Diapun kaget  dengan kehidupan anak didiknya. Kesedihan menyelimuti hatinya tatkala melihat kemiskinan yang menimpa anak didiknya. Keputusan untuk memaafkan perbuatan Bunga mendapatkan cibiran para guru. Mereka  menganggap keputusannya tidaklah tepat dan tidak mendapatkan efek jera bagi Bunga. Rona tetap kukuh dengan pendapatnya dan berjanji akan memberikan uang kepada Bunga agar tidak mengulangi perbuatannya.
Permasalah Bunga selesai datang masalah lagi yang membawa nama anak didiknya. Permasalahan terkait perbuatan tidak senonoh yang dilakukan dua anak prempuan dan laki-laki di kamar mandi. Perbuatan ini membuat Rona muak dan ingin mengeluarkan mereka berdua. Tidak hanya masalah di sekolahan, di lingkungan tempat tinggalnya juga bermasalah. Permasalahannya terkait dengan sengketa tanah perkebunan yang melibatkan ayah salah seorang muridnya menambah daftar panjang  permasalahan yang harus dihadapi Rona Masenja

Sebagai guru harus memiliki sifat multitalent dalam mengatasi semua masalah baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Ketika membaca novel ini teringat dengan kejadian bulan lalu yang terjadi oleh Pak Budi. Berita tentang Pak Budi yang dipukul hingga meninggal oleh muridnya membuat pilu di dunia pendidikan. Sebelumnya juga terjadi di dunia pendidikan terkait dengan guru yang mencubit anak didiknya hingga orang tua melaporkan ke polisi. Masih banyak masalah-masalah lain yang terjadi yang tidak muncul di permukaan. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dibenahi dalam  sistem pendidikan Indonesia. Agar permasalahan ini tidak kembali terulang.
Jika dibandingkan dengan sistem pendidikan pesantren,  sistem pendidikan nasional kita sangat jauh berbeda. Di persantren ketakdiman santri dengan guru (Kyai) sangatlah kuat. Jadi, tidak ada yang berani melawan bahkan membantah. Terkadang guru bilang A santri wajib bilang iya. Santri dihukum karena melanggar.Misalnya dilempar comberan di seluruh tubuhnya, dipotong rambutnya hingga gundul dll. Tidak ada wali santri yang marah hingga melaporkan ke polisi.
Semakin kedepan siswa sudah berani tidak patuh terhadap guru. Bisa dibilang ketakdimannya kurang. Hormat terhadap guru sangatlah rapuh. Padahal kebarokahan ilmu itu tergantung oleh guru. Keridhoan guru juga berpengaruh terhadap kemanfaatan  ilmu yang di dapat. Niat guru dalam mengajar juga harus ditata. Guru adalah otak dalam penentu keberhasilan dan kesuksesan negara.Jika guru berhasil membentuk watak-watak generasi berkarakter, alhasil Indonesia juga akan maju.
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi

Ahmad Tohari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ahmad Tohari Ahmad Tohari , (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang,  Banyumas ,  Jawa Tengah ,  13 Juni   1948 ; umur 65 tahun) adalah  sastrawan Indonesia . Ia menamatkan  SMA  di  Purwokerto   [1]  . Namun demikian, ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun,  Jakarta ( 1967 - 1970 ), Fakultas Ekonomi  Universitas Jenderal Soedirman ,  Purwokerto  ( 1974 - 1975 ), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik  Universitas Jenderal Soedirman  (1975- 1976 ). Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian  Merdeka , majalah  Keluarga  dan majalah  Amanah , semuanya di  Jakarta . Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan  pesantren  ini telah melahirkan  novel  dan kumpulan cerita pendek....

Kata Bijak

Kata Bijak kedewasaan bukan di nilai sebarapa ilmu yang  dapat kau kuasa tapi lebih ke pemikiran idealis dan tindakan/ tingkah laku yang positif dan tidak kekanak-kanakan By: Magfirrah Sinar Al hayya Alloh menciptakan manusia itu sama yang membuat tidak sama hanyalah manusia itu sendiri yang tak mampu menggunakan akalnya untuk berfikir. bijaklah dengan apa yang ingin kau kerjakan, pilih-pilih dulu sari kemanfaatan yang terkandung didalamnya sebelum akhirnya terbuang dengan percuma Ketika seseorang mengingatkan dirimu  untuk cepat-cepat melaksanakan ibadah, dan kamu marah, sebenarnya kamu marah dengan Alloh  karena orang tersebut di beri petunjuk oleh Alloh untuk mengingatkanmu untuk cepat datang memenuhi Panggilan Alloh. Orang yang mempunyai ilmu tinggi di katakan ia berkualitas dan cedikia  bisa di lihat dari kecakapan  ia menggunakan bahasa yang idealis dan komuikatif. Ketika ia berbicara, mampu berkomunikasi dengan baik kepada siapapun ta...

Peluang Besar Gaya Hidup Halal di Indonesia

Gaya hidup adalah pola tingkah laku manusia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Hal itu berkenaan dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya, apa yang penting untuk dipertimbangkan pada lingkungan, dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitarnya.   Halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat untuk dikonsumsi. Kriteria halal yaitu halal zat, halal cara memperolehnya, halal cara pengolahannya. Halal tidak selalu dititik beratkan dengan makanan, tetapi sudah merambah dalam berbagai bentuk elemen kehidupan. Esensi halal bukan sekedar dibolehkan atau sah menurut hukum Islam tetapi apapun yang kita lakukan atau kita konsumsi harus murni, bersih, menyehatkan dan dapat dibenarkan oleh moral. Jadi,   gaya hidup halal adalah pola tingkah laku manusia dalam apapun aktivitasnya atau kegiatannya dilakukan secara halal....