Serangkaian acara Harmoni Indonesia mengusung tema ‘’Bijak di Media Sosial, Rukun di Dunia Nyata’’ yang bertempat di Alun-Alun Utara Yogyakarta Sabtu, 10 Febuari berjalan dengan lancar. Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Kominfo yang bekerja sama dengan Komunitas Penggerak Budaya Nusantara dalam aksi mendeklarasikan ‘’Indonesia Tanpa Hoax. Rangkaian acara Harmoni Indonesia di awali dengan pembukaan bazaar dari mulai makanan dan minuman khas serta hasil kerajinan tiap-tiap daerah dan pameran pembangunan budaya pukul 06.00-07.00. Setelah itu, para pengunjung mengikuti senam sehat bersama dan ada dooprize yang diberikan. Hal ini yang membuat para pengunjung bersemangat untuk mengikuti senam. Para pengunjung tampak antusias memadati lapangan alun-alun utara. Persyaratan menerima doorprize dengan menunjukkan KTP dan nama yang ada di kupon harus sesuai dengan nama di KTP, jika tidak sesuai maka hadiah tidak bisa diterima. Dengan MC yang keren dan humoris membuat para pengunjung tak sabar untuk menunggu pengumuman doorprize.
Acara selanjutnya ialah pawai dari JL. Malioboro hingga alun-alun utara yang
diikuti oleh para prajurit keraton, PSHT cabang Yogyakarta dan Jathilan
kesenian khas Yogyakarta. Selain itu ada penampilan gerak silat dari PSHT
cabang Yogyakarta, jathilan dan rebana dihadapan para pejabat dan tamu
undangan. Hadir Mentri Kominfo Pak Rudiantara, KH Ahmad Sugeng Utomo pengasuh
Ponpes Darul Ulum Walhikam Yogyakarta dan selaku pembina Penggerak Budaya
Nusantara, ketua HIPSI (himpunan Penguaha Santri Indonesia) Pak Buhkori
Azhahrowi, turut hadir juga dari kalangan akademisi yaitu perwakilan dari UNY
Bu Dr. Kun Setyaning Astuti, Mpd serta para pejabat lainnya. Mereka antusias ikut
memeriahkan acara Harmoni Indonesia dalam aksi mendeklarasi ‘’Indonesia Tanpa
Hoax’’.
Acara inti dari Harmoni Indonesia ialah membacakan deklarasi
‘’Indonesia Tanpa Hoax’’ yang dibacakan
oleh KH. Ahmad Sugeng Utomo yang sering disapa oleh Gus Ut. Sebelum pembacaan
deklarasi Indonesia Tanpa Hoax, Mentri Kominfo Rudiantara memberikan sambutan
terkait tentang hoax. Dalam sambutannya Pak Rudiantara mengajak masyarakat
untuk selalu mengecek terhadap semua informasi dan jangan langsung
disebarluaskan. Pak Rudiantara juga mengatakan sikap tabayyun terhadap
informasi sangat penting dimiliki masyarakat. Sebab, jika langsung percaya
dengan informasi yang tersaji, kemudian dishare maka akan berdampak negatif
bagi masyarakat. Selain itu Pak Rudiantara juga memberikan cara untuk mengenali
berita bohong atau hoax, misalnya
informasi hoax biasanya dimulai dengan kalimat, info dari kamar sebelah,
tidak ada pengirim yang tidak mengatasnamakan pribadi dan lembaga yang jelas,
biasanya di bawah informasi ada tulisan ‘’Ayo Viralkan’’, kemudian Pak Rudiantara mengajak
masyarakat untuk lebih cerdas dan kritis
untuk memilah mana informasi yang benar mana yang hoax.
Pembacaan deklarasi ‘’Indonesia Tanpa Hoax’’ yang dibacakan
oleh KH Ahmad Sugeng Utomo dimulai pukul 13.00 dengan didampingi oleh Menkominfo
Pak Rudiantara bersama para pejabat lainnya serta diikuti oleh masyarakat
Yogyakarta. Isi dari deklarasai ‘’Indonesia Tanpa Hoax’’ memiliki dua poin
yaitu kami masyarakat Indonesia menolak segala bentuk pemberitaan hoax dan
mengandung unsur kebencian. Kedua, kami
masyarakat Indonesia menyatakan cinta perdamaian dan mendambakan suasanan aman,
nyaman, dan sejahtera. Selesai pembacaan KH Ahmad Sugeng Utomo menyampaikan
untuk menolak segala bentuk pemberitaan hoax dan mengandung unsur kebencian.
Acara masih berlanjut dengan pembacaan sholawat nabi Mahalul
Qiyam oleh para Banser Yogyakarta dan pembagian doorprize yang dijeda
tadi. Acara Harmoni Indonesia akan
berlanjut di kota-kota besar lainya. Menurut kabarnya bulan Februari ini akan diadakan
di kota Semarang. Kabar ini juga belum ada kejelasan, jadi belum ada
kepastiaan. Tunggu saja dikota Anda. Pastinya akan lebih seru acaranya.
kasih gambar-gambar Fir
BalasHapusOke lih..thanks udh mampir
Hapus