Langsung ke konten utama

Belajar Fotografi di Penghujung Tahun 2017








Di penghujung tahun 2017 tepatnya hari Sabtu, tanggal 27 Desember  belajar fotografi memang keren. Kerenya lagi bersama narasumber yang ahli dan berkompeten dalam bidangnya yaitu bersama Mas Boy dan Kak Okky. Mereka sudah punya pengalaman yang melalang buana dalam potret memotret. Tidak hanya itu karyanya juga sudah terkenal dikhalayak umum.


Yuk berkenalan dengan narasumbernya. Narasumber yang pertama ialah Mas Boy panggilan akrabnya. Nama lengkapnya Boy T Harjanto.  Mas Boy ini dulu seorang fotografer harian berbahasa Inggris Jakarta Globe tetapi sekarang sudah keluar dan pindah ke Solo. Lelaki yang berambut panjang ini  terlihat sangat sederhana dengan segudang prestasi yang di raih. Beliau pernah menjadi pewarta foto yang meliput erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang menyebabkan ratusan orang meninggal dan ribuan orang kehilangan tempat tinggalnya. Mas boy kemudian berinisiatif membantu warga melalui fotografi yang ia kuasai. Kemudian dia mengumpulkan hasil potretnya tentang Merapi dan mencetaknya  dalam bentuk buku berjudul  ‘’Merapi 120 FPS’’. Dia memberikan 500 hasil cetakkanya secara gratis kepada warga Merapi untuk dijual kepada wisatawan yang selalu ramai mengunjungi lereng Merapi. Buku-buku tersebut ternyata laris hingga dicetak lagi dengan jumlah yang banyak.


Pelatihan berlangsung dengan lancar dan para peserta sangat memperhatikan persentasi Mas Boy. Mas Boy menjelaskan tentang perkembangan jurnalistik di Indonesia, jenis-jenis fotografi serta tahapan memotret. Nah, tahapan memotret yang harus diketahui ialah komposisinya, fokus dan kecepatannya dalam memotret.


Narasumber kedua yaitu kak Okky Ardya.  Kakak yang satu ini sangat humble dan friendly. Awalnya dia menyepelekan seorang forografer tetapi sekarang dia menjadi seorang fotografer dan jurnalis sendiri. Menjadi fotografer tidak hanya sebuah bakat, tetapi sebuah ketekunan dan kemauan, seperti Kak Ardya yang backgroundnya bertolak belakang dari profesinya yang digelutinya sekarang. Siapa yang tidak menyangka seorang yang berkuliah jurusan fisika sekarang malah berprofesi sebagai fotografer dan jurnalis.  Kak Okky memulai bekarir dibidang jurnalisme sejak tahun 2003 sebagai repoter. Kemudian dia sebagai penulis untuk online news, copywriter dan scripwriter di TV, selain itu dia sebagai editor di majalah chief for graphic design. Kak Okky juga mendapatkan beasiswa di Filipina dibidang Visual Literacy di Newsroom at Asian Center For Journalism di Ateneo de Manila University. Dia juga terpilih sebagai fotografer dari negara Asia yang ikut berpatisipasi 10th Edition of the Angkor Photo Workshops 2014 di Cambodia. Bio ini bisa dilihat diblognya Kak Okky di www.okkyardya.com. Kerenkan???

 


Pada saat itu Kak Okky terlambat datang sehingga persentasinya setelah para peserta selesai berlatih mencari spot foto yang sesuai arahan Mas Boy. Dalam pelatihan fotografi bersama Kominfo dan Perfosi(Perkumpulan Fotografer Santri Indonesia) yang diselenggarakan oleh Ponpes Dawam ini Kak Okky menjelaskan tentang jenis-jenis fotografi beserta contohnya. Tidak jauh berbeda dari persentasi Mas Boy tentang jenis-jenis fotografi.


Pelatihan fotografi yang diselenggarakan oleh Ponpes Dawam bersama Kominfo dan Perfosi ini berjalan lancar dan mendapatkan antusiasme narasumber dan para peserta. Narasumber berharap acara ini berkelanjutan dan tidak berhenti di sini saja. Mas Tomi ketua panitia penyelenggara dan ketua Perfosi mengutarakan bahwa acara ini tidak akan berhenti dan akan berlanjut di pesantren-pesantren lainnya untuk mencari fotografer santri di Indonesia. Berkenalan dengan Mas Tomy sedikit, nama lengkapnya Tomi Kurniawan. Laki-laki berkacamata ini sudah lama menggeluti dunia fotografi dan desaign graphic. Dia juga seorang Founder Savana Fotography di Yogyakarta. Savana Fotography menerima foto wisuda, prawedding, foto keluarga, foto produk serta desain-desain seperti banner, stiker dll dengan harga terjangkau. Kalian bisa ke Jl. Batikan No. 70 A, Pandeyan, Umbulharjo Yogyakarta jika ingin bertemu dengan Mas Tomy atau ingin berfoto bersama keluarga dll. Bisa stalking by IG @savanaphotography.


Akhir dari acara pelatihan ini ialah memilih foto-foto yang sesuai dengan tema pada pelatihan fotografi ini.  Foto-foto yang terpilih dicetak dan dipamerkan pada acara ‘’Peran Pesantren Dalam Menjaga Keutuhan NKRI di Era Digilitasi’’ tanggal 28 Desember 2017 yang  dihadiri oleh  Pak Rudiantara selaku Mentri Kominfo. Ada 50 foto santri yang dipamerkan pada acara tersebut dan dipilih 3 foto terbaik yang  mendapatkan hp dari kominfo. Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Pak Mentri.

 


Salah satu pemenang yang mendapatkan hp android adalah saya sendiri hehehe.  Tidak menyangka hasil foto saya bisa terpilih dan berhak mendapatkan hadiah. Ini pengalaman pertama kali saya belajar fotografi dan menjadi tiga terbaik dari 50 foto yang dipamerkan. Setelah itu saya menjadi sangat menyukai fotografi, rasanya ingin memiliki kamera sendiri dan mempotret hal-hal menarik seperti yang diutarakan oleh pengasuh Ponpes Dawam KH. Ahmad Sugeng Utomo bahwa Foto itu bisa bercerita dan memiliki sejarah.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi

Ahmad Tohari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ahmad Tohari Ahmad Tohari , (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang,  Banyumas ,  Jawa Tengah ,  13 Juni   1948 ; umur 65 tahun) adalah  sastrawan Indonesia . Ia menamatkan  SMA  di  Purwokerto   [1]  . Namun demikian, ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun,  Jakarta ( 1967 - 1970 ), Fakultas Ekonomi  Universitas Jenderal Soedirman ,  Purwokerto  ( 1974 - 1975 ), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik  Universitas Jenderal Soedirman  (1975- 1976 ). Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian  Merdeka , majalah  Keluarga  dan majalah  Amanah , semuanya di  Jakarta . Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan  pesantren  ini telah melahirkan  novel  dan kumpulan cerita pendek....

Kata Bijak

Kata Bijak kedewasaan bukan di nilai sebarapa ilmu yang  dapat kau kuasa tapi lebih ke pemikiran idealis dan tindakan/ tingkah laku yang positif dan tidak kekanak-kanakan By: Magfirrah Sinar Al hayya Alloh menciptakan manusia itu sama yang membuat tidak sama hanyalah manusia itu sendiri yang tak mampu menggunakan akalnya untuk berfikir. bijaklah dengan apa yang ingin kau kerjakan, pilih-pilih dulu sari kemanfaatan yang terkandung didalamnya sebelum akhirnya terbuang dengan percuma Ketika seseorang mengingatkan dirimu  untuk cepat-cepat melaksanakan ibadah, dan kamu marah, sebenarnya kamu marah dengan Alloh  karena orang tersebut di beri petunjuk oleh Alloh untuk mengingatkanmu untuk cepat datang memenuhi Panggilan Alloh. Orang yang mempunyai ilmu tinggi di katakan ia berkualitas dan cedikia  bisa di lihat dari kecakapan  ia menggunakan bahasa yang idealis dan komuikatif. Ketika ia berbicara, mampu berkomunikasi dengan baik kepada siapapun ta...

Peluang Besar Gaya Hidup Halal di Indonesia

Gaya hidup adalah pola tingkah laku manusia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Hal itu berkenaan dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya, apa yang penting untuk dipertimbangkan pada lingkungan, dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitarnya.   Halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat untuk dikonsumsi. Kriteria halal yaitu halal zat, halal cara memperolehnya, halal cara pengolahannya. Halal tidak selalu dititik beratkan dengan makanan, tetapi sudah merambah dalam berbagai bentuk elemen kehidupan. Esensi halal bukan sekedar dibolehkan atau sah menurut hukum Islam tetapi apapun yang kita lakukan atau kita konsumsi harus murni, bersih, menyehatkan dan dapat dibenarkan oleh moral. Jadi,   gaya hidup halal adalah pola tingkah laku manusia dalam apapun aktivitasnya atau kegiatannya dilakukan secara halal....