Akhir-akhir ini banyak orang menyebut istilah generasi
micin untuk menyebut generasi anak zaman sekarang atau yang istilah
kerennya kids zaman now. Coba
telaah dari segi struktur bahasa indonesia, istilah kids zaman now
merupakan percampuran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jika dilihat dari
struktur bahasa Indonesia istilah tersebut salah.
Percampuran dua bahasa baik lisan maupun tulisan sebenarnya
merupakan bentuk penyimpangan bahasa. Akan tetapi, hal tersebut dianggap biasa
karena untuk menunjukkan prestise dikalangan masyarakat. Prestise dianggap lebih berintelektual dari pada mempertahankan
bahasa sendiri. Saya sebagai lulusan sastra Indonesia terkadang merasa terharu
dengan problematika bahasa zaman sekarang. Saya juga merasa malu pernah melakukan
penyimpangan bahasa baik sengaja maupun tidak disengaja. Terkadang mencampurkan
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam suatu diskusi atau forum hanya
sekedar agar terlihat berintelektual. Saya masih tahap belajar.
Kembali ke topik kids zaman now yang disebut generasi
micin. Generasi micin istilah yang sedang popular sekarang. Micin dianggap
paling pas untuk menunjukkan generasi zaman sekarang. Kenapa micin? Saya juga
tidak tahu. Ibu saya termasuk orang yang sering memakai micin dalam setiap masakan,
tapi sampai sekarang Alhamdulilah
keluarga kami tetap sehat. Asal tidak berlebihan penggunaanya saya pikir
tidak masalah. Jika sangat berbahaya, kenapa pemerintah hingga kini masih
memperbolehkan beredar? Jangan selalu menyalahkan pemerintah ya? Hehe
Begitu burukkah micin hingga dipakai sebagai istilah dan
begitu burukkah generasi zaman sekarang hingga micin diikutsertakan? Micin atau
MSG (Monoodium Glutamate) merupakan bumbu penyedap masakan yang ditemukan oleh
Kikuna Ikeda, seorang professor Universitas Tokyo pada tahun 1908. Micin dianggap garam paling ampuh yang memberi
rasa masakan yang enak di lidah. Prof
Kikuna Ikeda menciptakan MSG untuk membatu penyerapan nutrisi dalam tubuh
secara maksimal. MSG terdiri atas 75% Glutamat, 12% Natrium, 10 air. Kandungan Glutamat tinggi menyebabkan makanan
terasa enak dan gurih. Glutamat dari MSG dan bahan lainnya dapat dimetabolisme
dengan baik oleh tubuh dan digunakan sebagai energi usus halus. Pengolahan micin atau MSG menggunakan metode
fragmentasi mikroba, yaitu metode umum yang digunakan untuk mengolah makanan
seperti tempe, keju dan keju. Tahun 1987 Joint Expert Committee on Food
Additives (JECFA) dari Badan Pangan Dunia milik PBB serta WHO menempatkan MSG
sebagai kategori penyedap rasa yang aman dikonsumsi dan tidak berpengaruh dalam
kesehatan kemudian diperkuat lagi tahun 1991 oleh Eueropan Communities
Scientific Committee for Foods. BPOM Amerika Serikat FDA tahun 1995 menyatakan
bahwa MSG termasuk sebagai bahan bumbu masakan seperti garam, gula dan merica
sehinggan aman bagi tubuh.
Di atas penjelasan sedikit tentang MSG. Jadi, MSG masih aman
digunakan. Problematika generasi zaman sekarang yang istilah kerenya ‘’kids
zaman now’’ memang sangat mengkhawatirkan. Hal ini harus mendapatkan perhatian
dibeberapa pihak tidak hanya pemerintah tetapi semua lapisan masyarakat. Orang
Tua yang merupakan tempat sosialisai pertama harus ekstra keras dalam menjaga
anak di era digital ini. Istilah micin untuk menggambarkan generasi zaman
sekarang bisa dikatakan bullying terhadap anak-anak. Bullying terhadap anak akan berdampak negatif
karena si korban akan melakukan apa yang dikatakan si bullying. Berhenti untuk
mengistilahkan generasi zaman sekarang dengan buruk. Alangkah baiknya
memikirkan bagaimana menjadikan generasi zaman sekarang menjadi generasi yang
cerdas, cerdas lahir maupun batin.

Komentar
Posting Komentar