Perasaan sedih membuncak. Dada terasa panas, perih terilirih. Jiwa ini terasa kosong, tiada terarah dan tertuju. Bulan dan matahari selalu tersenyum kepadaku. Mereka menertawakan aku sebagai prempuan yang tolol. Iya, dia menertawakan begitu tolol memaknai hidup. Sudah berumur, tapi tak mampu berfikir,'' katanya. Okey, memang aku prempuan yang suka bersedih dengan kehidupan didunia ini. Hal ini membingungkan dan rumit. Puzlle yang telah kurangkai sudah berantakan lagi. Ku coba bangkit dari keterpurukan yang menyakitkan, ku rangkai puzzle-puzzle yang penuh misteri kembali. Namun, puzzle itu berserakan terhempas angin yang begitu menyakitkan dan menakutkan. Harapanku hampir putus, jiwa kembali mengalami kekosongan. Ya, hidupku berantakan kembali. Mimpi yang terwujud tak dapat ku nikmati, bahkan ku sepelekan hingga akhirnya diriku mengalami rasa penyesalan tigkat tinggi. Rasa penyesalan itu membututi hari-hariku hingga mampu membuat badanku lemas dan hati berdebar-debar.
Mungkin, hatiku memang kosog akan kekuasaanNya yang kusepelekan sehingga diriku dibuat terombang-ambing. Hati ini fruktuasi dalam menghadapi masa depan. Seperti batu, yang keras dan susah dimasuki motivasi-motivasi. Padahal, banyak harapan orang-orang yang mendukir kaliny. Ya meskipun banyak orang yang iri. Pesan-pesan dari tokoh masyarakat yang disegani pun kudapati. Dan akhirnya diriku tak mampu melihatnya untuk terakhir kalinya. Selain itu, banyak motivasi-motivasi yang harusnya diambil dari lingkungan. Iya, aku sadar dan semangat, tapi kumat lagi seperti penyakit.
Kemalangan itu memang akibat ulah diri manusia sendiri, bukan orang lain. Tergantung hatinya, pemikirannya tentang makna kehidupan memang harus positif. Allo tidak tidur, Dia juga tahu isi hati hambanya. Jika kita merasa dekat Alloh, maka kita akan dekat dan sebaliknya.
Ahmad Tohari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ahmad Tohari Ahmad Tohari , (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas , Jawa Tengah , 13 Juni 1948 ; umur 65 tahun) adalah sastrawan Indonesia . Ia menamatkan SMA di Purwokerto [1] . Namun demikian, ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta ( 1967 - 1970 ), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman , Purwokerto ( 1974 - 1975 ), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975- 1976 ). Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian Merdeka , majalah Keluarga dan majalah Amanah , semuanya di Jakarta . Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan pesantren ini telah melahirkan novel dan kumpulan cerita pendek....
Komentar
Posting Komentar