Suasana hari ini sangat mendukung hatiku yang sedang termenung. Suasana mendung membuat jiwa ini terasa tertutup, rasanya ingin tidur sepuasnya dan bangun dengan semangat baru. Ingin kurebahkan tubuh ini . Rintik-rintik itulah air mataku jatuh bersamaan air hujan. Rintik-rintik membuat kepalaku pusing dan ku ingin rebahan tubuh ini barang sejenak saja, sekedar untuk bernafas agar tulang-tulang ini ada pelumas untuk berelaksasi.
Suara rintikan hujan semakin keras, angin menerpa tubuhku yang amat kecil dengan hati sebutir pasir. Iya, hari ini aku sedang dilanda kekosongan semangat. Penyakit lamaku kumat lagi. Rasa penyesalanku selalu menghantui disetiap langkaku. Mencoba menghindar, mencoba untuk tuli dengan suara-suar hantu, buta dengan gemerlanya dunia, tetap saja masuk dalam lubang itu.
Bolehkah aku sejenak bernafas tanpa memikirkan dunia, tanpa memikirkan kehidupan yang selama ini merasa sendiri. Ini salahku, tak bisa bersosialisasi dengan orang banyak, hingga hidup terasa sepi.Rasa malu masih menghantui. Aku beda dengan yang lain.
Semangat ini fruktuasi. Bingung, takut tak tahu harus berbuat apa menghalangi diriku. Masa depan yang kurangkai kini hanya sebuah huruf2 yang tak bernyawa. Terkadang pusing memikirkan, apa ini jalan terbaik yang ditakdirkan Tuhan atau jalan yang kupilih. Dan pertanyaan itu belum aku pecahkan. Memusingkan. uhhh. Berusaha untuk bangkit, tapi tetap jatuh juga. Namun, ku coba mencari konsep hidup itu, kurangkai aksara untuk memunculkan semangat itu, tapi tetap tidak menemukan. Pening rasanya,,,,aku bingung,,,,
Takut akan masa depan, mungkinkah itu. Dan apa yang aku berikan kepada Ortu dan Negara. Mereka sudah berjuang demi hidupku. Tuhan beri aku semangat, karena tak ada yang lain yang bisa menyemangatiku. Tuhan,,,,aku selalu menyebut namamu.
15 Desember 2014
GK 1 Lat 3
Komentar
Posting Komentar